Senin, 16 November 2009

Kabel Serat Optik


Serat optik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Serat optik.

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Pembagian Serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :

1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :

  • Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
  • Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

2. Berdasarkan indeks bias core :

  • Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
  • Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.

Bagian-bagian serat optik jenis single mode

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Sejarah Fiber Optic

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.

Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.

Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.

2. Time Line Pengembangan Fiber Optik

1917 Theory of stimulated emission Albert Einstein mengajukanm sebuah teori tentang emisi terangsang dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi 1954 "Maser" developed Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger di Columbia University mengembangkankan "maser" yaitu microwave amplification by stimulated emission of radiation, dimana molekul dari gas amonia memperkuat dan menghasilkan gelombang. . Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak ide Townes pada tahun 1951 untuk mengambil manfaat dari osilasi frekuensi tinggi molekular untuk membangkitkan gelombang dengan penjang gelombang pendek pada gelombang radio. 1958 Pengenalan Konsep Laser Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow mempublikasikan paper yang menunjukan bahwa maser dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik. .Paper ini menjelaskan tentang konsep laser (light amplification by stimulated emission of radiation)


1960 ditemukannya Continuously operating helium-neon gas laser Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr., dan Donald Herriott menemukan sebuah continuously operating helium-neon gas laser. 1960 Ditemukannya Operable laser Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, menemukan operable laser dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. 1961 Glass fiber demonstration Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan sinar laser yang diarahkan melalui serat gelas yang tipis. Inti serat gelas tersebut cukup kecil yang membuat cahaya hanya dapat melewati satu bagian saja tetapi banyak ilmuwan menyatakan bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena rugi rugi cahaya yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh. 1961 Penggunaan ruby laser untuk keperluan medis Penggunaan laser yang dihasilkan dari batu Rubi yang pertama, Charles Campbell of the Institute of Ophthalmology at Columbia- Presbyterian Medical Center dan Charles Koester of the American Optical Corporation menggunakan prototipe ruby laser photocoagulator untuk menghancurkan tumor pada retina pasien. 1962 Pengembangan Gallium arsenide laser Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s Lincoln Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide laser yang mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam cahaya infra merah dan perkembangan selanjutnya digunakan untuk pengembangan CD dan DVD player serta penggunaan laser printer. 1963 Heterostructures Ahli fisika Herbert Kroemer mengajukan ide yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu semikonduktor dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser dan membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini nantinya akan digunakan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.


1966 kertas Landmark pada optical fiber Charles Kao dan George Hockham yang melakukan penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan landmark paper yang mendemontrasikan bahwa fiber optik dapat mentransmisikan sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya jika gelas yang digunakan sangat murni. Dengan penemuan ini kemudian para peneliti lebih fokus pada bagaimana cara memurnikan bahan gelas. 1970 Fiber Optik yang memenuhi standar kemurnian. Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz, dan Robert Maurer melaporkan penemuan fiber optik yang memenuhi standar yang telah ditentukan oleh Kao dan Hockham. Gelas yang paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan silika dalam tahap uap dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari 20 decibels per kilometer. Pada 1972 tim ini menemukan gelas dengan rugi-rugi cahaya hanya 4 decibels per kilometer. Juga pada tahun 1970, Morton Panish dan Izuo Hayashi dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute di Leningrad, mendemontrasikan semiconductor laser yang dapat dioperasikan pada temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut merupakan terobosan dalam komersialisasi penggunaan fiber optik. 1973 Proses Chemical vapor deposition John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories mengembangkan proses chemical vapor deposition process yang memanaskan uap kimia dan oksigen ke bentuk ultratransparent glass yang dapat diproduksi masal ke dalam fiber optik yang mempunyai rugi-rugi sangat kecil. 1975 Komersialisasi Pertama dari semiconductor laser Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan semiconductor laser komersial pertama yang dapat dioperasikan pada suhu kamar. 1977 Perusahaan telepon menguji coba penggunaan fiber optic Perusahaan telepon memulai penggunaan fiber optik yang membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur antara Long Beach dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi light-emitting diode. Bell Labs mendirikan sambungan yang sama pada sistem telepon di Chicago dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 s switching station.

1980 Sambungan Fiber-optic telah ada di Kota kota besar di Amerika AT&T mengumumkan akan menginstal fiber-optic yang menghubungkan kota kota antara Boston dan Washington D.C. kemudian dua tahun kemudian MCI mengumumkan untuk melakukan hal yang sama. 1987 "Doped" fiber amplifiers David Payne di University of Southampton memperkenalkan fiber amplifiers yang dikotori oleh elemen erbium. optical amplifiers abru ini mampu menaikan sinyal cahaya tanpa harus mengkonversikan terlebih dahulu ke dalam energi listrik. 1988 Kabel Pertama Transatlantic Fiber-Optic Kabel Translantic yang pertama menggunakan fiber glass yang sangat transparan sehingga repeater hanya dibutuhkanb ketika sudah mencapai 40mil. 1991 Optical Amplifiers Emmanuel Desurvire di Bell Laboratories serta David Payne dan P. J. Mears dari University of Southampton mendemontrasikan optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel fiber optic tersebut. Keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali lebih cepat dari pada kabel electronic amplifier. 1996 optic fiber cable yang menggunakan optical amplifiers ditaruh di samudera pasifik TPC-5, sebuah optic fiber merupakan fiber optic pertama yang menggunakan optical amplifiers. Kabel ini melewati samudera pasifik mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan Miyazaki, Japan, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk menangani 320,000 panggilan telepon. 1997 Fiber Optic menghubungkan seluruh dunia Fiber Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan abel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

2. Generasi Perkembangan Serat Optik

Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi serat optik (SKSO) dibagi menjadi 4 tahap generasi yaitu :

1. Generasi pertama (mulai 1975) Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.

2 Generasi kedua (mulai 1981)

Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi pertama.

3. Generasi ketiga (mulai 1982)

Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.

4. Generasi keempat (mulai 1984)

Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.

5. Generasi kelima (mulai 1989)

Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.

6. Generasi keenam

Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.

Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Serat_optik

Minggu, 15 November 2009

Mengenai BSC

BSC berfungsi mengontrol bagian besar dari radio network, tugas terpenting adalah menjamin probabilitas utilisasi terbesar dari sumber daya radio, fungsi utama dari BSC adalah:
  • Radio Network Management
  • RBS Management
  • TRC Handling
  • Transmission Network Management
  • Internal BSC Operation and Maintenance
  • Handling of MS Connections
BSS bertanggung jawab untuk semua fungsi radio-related dalam sistem seperti komunikasi radio dengan mobile unit, handover dari call antar cell, manajemen dari smua sumber daya radio network dan data konfigurasi cell. Base Station System terdiri dari tiga komponen yaitu:
  • Base Station Controller (BSC) merupakan central node dalam BSS dan mengkoordinasi aktivitas dari TRCs dan RBSs.
  • Transcoder Controller (TRC) mendukung BSS dengan kemampuan adaptasi rate. Hal ini penting karena rate yg digunakan pada air-interface dengan rate yg digunakan pada MSC atau VLR adalah berbeda, 33.8 kbps dan 64 kbps. Alat yg melakukan adaptasi rate disebut transcoder.
  • Radio Base Station (RBS). Bertindak sebagi interface antara MSs dan network, dengan menyediakan fungsi radio coverage dari antenanya.
Ada dua opsi utama yang tersedia dalam implementasi TRC dan BSC pada BSS, diantaranya:
  1. BSC atau TRC merupakan Kombinasi BSC dan TRC dalam AXE yang sama. Hal ini cocok untuk aplikasi berkapasitas medium dan tinggi, contohnya area network urban dan suburban. Node dapat menghandle up to 1020 transceivers (TRXs). 15 BSCs jarak jauh dapat didukung oleh satu BSC atau TRC.
  2. Stand-alone BSC dan stand-alone TRC. Stand-alone BSC (tanpa transcoder) dioptimasi untuk aplikasi berkapasitas rendah dan medium, ini merupakan komplemen dari BSC atau TRC, terutama pada area urban dan suburban. Dia mampu mencakup up to 300 TRXs. Stand-alone TRC berlokasi pd MSC atau VLR untuk meningkatkan efisiensi transmisi, sebuah stand-alone TRC dapat mendukung 16 BSC jarak jauh.
Transcoder Controller (TRC) berfungsinya untuk transcoding dan adaptasi rate.Transcoding merupakan konversi dari informasi PCM coder (setelah konversi A/D) menjadi informasi GSM speech coder. Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah di sertifikasi atau yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar anda tidak berurusan dengan pihak yang berwajib. Semoga bermanfaat...

Spy were

Definisi

Spyware merupakan turunan dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan "segudang iklan" kepada pengguna. Tetapi, karena adware kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (adware umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).

Kerugian

Pencurian Data

Kebanyakan informasi yang diambil tanpa seizin adalah kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, tapi banyak juga yang mencuri data-data pribadi, seperti halnya alamat e-mail (untuk dikirimi banyak surat e sampah atau dapat dikenal dengan (spam)).

Tambahan Biaya Pemakaian Internet

Yang merugikan dari keberadaan spyware, selain banyaknya iklan yang mengganggu adalah pemborosan bandwidth dan privasi yang telah terampas.

Website Ber-Spyware pada umumnya

Pada umumnya, website yang memberikan spyware adalah website yang memberikan layanan gratis ataupun website yang menjual produk. Contohnya adalah AOL Mail dan Grisoft.

Cara Mencegah Masuknya Adware dan Spyware

Progam Pemburu Spyware & Adware

Beberapa utilitas yang dapat digunakan untuk memburu adware, seperti halnya Ad-Aware dari LavaSoft juga dapat memburu spyware, karena memang spyware merupakan turunan dari adware. Untuk memburu spyware, anda dapat menggunakan AVG Anti-Spyware, ataupun progam anti-spyware lainnya. Sekedar memperingatkan, AVG Anti-Spyware tidak memiliki Free Version, hanya ada Full Version & Trial Version. Bila anda mendownload AVG Anti-Spyware Free Version, sama saja anda mendownload AVG Anti-Spyware Trial Version.

Contoh Program Spyware dan Adware

Salah Satu Contoh Adware adalah Produk AddOns untuk Windows Live Messenger yaitu Windows Live Messenger Plus.

Mematikan Cookies

Cara ini juga dapat dilakukan dengan block all cookies atau menolak semua cookies untuk masuk ke komputer pengguna

Resensi sebuah buku mengenai SpyWare

Cara Aman Lindungi Komputer dari Spyware

Ditulis pada 24 July 07

Salah satu yang paling ditakuti oleh para pemakai komputer adalah virus komputer. Padahal selain virus komputer masih banyak terdapat serangan lain yang kadang-kadang justru lebih membahayakan. Spyware adalah salah satunya. Program jahat yang satu ini memiliki tujuan khusus yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Karena spyware dirancang untuk mencuri data-data pribadi milik korbannya, seperti nomor kartu kredit, password layanan tertentu dan digunakan untuk keperluan yang tidak bertanggung jawab. Spyware menjadi lebih berbahaya karena biasanya dibuat dengan tujuan mencari uang.


Pada buku ini terdapat contoh kasus mengenai seorang pemilik komputer yang memilih biasanya berinternet di rumah kemudian memilih pergi ke warnet karena komputer di rumah tiba-tiba lambat bukan main. Ini merupakan salah satu gejala adanya spyware di kompute tersebut.

Dibahas juga berbagai tips menggunakan komputer untuk menghindari spyware dan tips mengenali dan menghindari spam. Buku ini tepat untuk dijadikan panduan bagi para maniak komputer guna melindungi komputernya dari gangguan spyware.

Resensi oleh : Sutiono Gunadi, seorang kolumnis, pemerhati buku dan pengamat TI yang bekerja di PT. Multicom Persada International.

Judul Buku : Mengamankan Komputer dari Spyware
Penulis : Wicak Hidayat
Penerbit : Media Kita
Tebal : ix+ 90 halaman
Harga : Rp. 28.000

Mengenai kajian Pustaka

Kajian Pustaka

Tujuan:
Setelah mempelajari topik ini anda diharapkan dapat:
  1. Mendeskripsikan pentingnya kajian pustaka
  2. Menguraikan langkah–langkah yang harus dilakukan dalam mengkaji kepustakaan
  3. Mendeskripsikan jenis informasi dalam referensi umum
  4. Menjelaskan perbedaan antara sumber utama dan sumber sekunder berikut contohnya
  5. Menjelaskan pengertian “searchterm”dan penggunaannya
  6. Mencari kepustakaan yang relevan baik secara manual atau perbantuan computer,tentang topik yang dimintai dan membuat simpulan

Nilai suatu kajian pustaka

Kajian pustaka sangat membantu peneliti karena:
1. mengumpulkan gagasan dari peneliti lain yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian
2. membantu peneliti untuk mengetahui hasil yang dicapai peneliti lain yang hampir mirip dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Kajian pustaka yang rinci umumnya perlu dilakukan oleh siswa jenjang magister dan doctor dalam rangka penyelesaian tesis atau disertasi mereka. Oleh karena itu penelitia perlu mempertimbangkan kajian pustaka yang sesuai dengan situasi atau masalahnya demi memperjelas arah penelitian yang akan dilakukannya.

Tipe Sumber Penelitian

Terdapat tiga sumber informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yaitu:
1. Referensi umum: sumber yang dijadikan rujukan utama oleh peneliti, misalnya dari artikel tertentu, karangan ilmiah, buku, dan dokumen lainnya yang berkaitan langsung dengan pertanyaan penelitian. Referensi umum merupakan indeks, yaitu daftar pengarang, judul buku, tempat penerbitan artikel atau wacana atau berupa abstrak. Misalnya Current Indeks to Journal in Education atau daftar abstrak Psychological Abstract.
2. Sumber primer: adalah publikasi di mana seseorang melakukan penelitian penelitian kemudian diterbitkan. Penulis mengkomunikasikan temuannya secara langsung kepada pembaca. Sumber primer penelitian pendidikan adalah journal, misalnya Journal of Research in Science Teaching. Ada journal yang diterbitkan bulanan, tiga kali dalam setahun, dan artikel yang dimuat merupakan laporan hasil penelitian.
3. Sumber sekunder: adalah publikasi di mana penulis mendeskripsikan hasil karya orang lain. Sumber sekunder adalah buku (text books), ensiklopedia pendidikan, kajian penelitian, atau buku tahunan.
Peneliti yang mencari sumber informasi dianjurkan untuk mencari referensi umum terlebih dahulu baru kemudian sumber primer dan sumber sekunder.

Langkah-langkah Dalam Mengkaji Kepustakaan

1. Tentukan masalah penelitian setepat mungkin.
2. Baca dengan teliti sumber sekunder yang relevan.
3. Pilih dan baca dengan teliti satu atau dua referinsi umum yang diperlakukan
4. Formulasikan istilah-istilah penting (kata kunci, phrase) yang berkaitan dengan masalah atau pertanyaan penelitian
5. Carilah referensi umum sebagai sumber primer yang releven
6. Temukan dan bacalah sumber primer yang relevan; buat catatan dan simpulkan kata kuncinya.

Mari kita telaah lebih rinci.

Menentukan Masalah Penelitian Setepat Mungkin (tidak mengambang atau meragukan)

Peneliti harus menentukan pertanyaan penelitian secara spesifik. Pertanyaaan seperti: ”Metode mengajar manakah yang paling tepat untuk digunakan?” atau : ”Bagaimana seorang kepala sekolah dapat menjadi pemimpin yang efektif?” tampaknya masih samar-samar untuk menentukan referensi umum. Oleh karena itu pertanyaan penelitian harus lebih terfokus, lebih spesifik dan terukur.
Misalnya:
”Apakah metode diskusi lebih efektif daripada metode ceramah dalam memotifasi siswa untuk mempelajari konsep tentang lingkungan?”
”Strategi apakah yang harus dipilih oleh seorang pimpinan agar dapat lebih efektif dalam membina kinerja dan moral stafnya?”

Membaca dengan Teliti Satu Atau Dua Sumber Sekunder

Pada saat pertanyaan penelitian telah dirumuskan secara spesifik, maka penelitian perlu mencari satu atau dua sumber sekunder untuk mempelajari hasil penelitian atau penjelasan sebelumnya. Kemudian carilah gagasan pokok dari masalah yang telah terjawab melalui penelitian tersebut. Gagasan pokok ini dapat meningkatkan mutu pertanyaan penelitian
Beberapa contoh:
Handbook of Research on Teaching: memuat banyak artikel tentang berbagai aspek pengajaran. Umumnya ditulis oleh peneliti pendidikan yang spesialis dalam bidang yang ditulisnya. Bibliografi cukup luas.
National Society for the Study of Education(NSEE) Yearbooks: diterbitkan setiap tahun dan memuat hasil penelitian dari berbagai topik; setiap buku terdiri atas 10-12 chapter tentang berbagai aspek permasalahan. Juga menerbitkan sejumlah nomor terbitan dari berbagai topik. Daftar nomor terbitan dapat dibaca di bagian belakang buku.
Review of Rducational research: Terbit empat kali dalam setahun, journal penelitian untuk aneka topik pendidikan. Termasuk bibliografi.
Review of Research in Education: terbit tiap tahun; setiap volume memuat survey pendidikan pada topik-topik penting yang ditulis oleh peneliti pendidikan terkemuka
Di perpustakaan terdapat kartu catalog yang memuat informasi singkat yang dimasukkan dalam data base computer

Memilih Referensi Umum

Setelah membaca sumber sekunder untuk memperoleh gambaran umum masalah, maka peneliti harus menemukan gagasan yang jelas mengenai apa yang akan diteliti. Dalam hal ini ada baiknya meninjau kembali pertanyaan penelitian, apakah perlu dirumuskan kembali agar lebih terfokus. Sertelah puas, peneliti dapat memilih satu atau dua referensi umum untuk mengidentifikasi journal yang berkaitan dengan masalah.
Contoh referensi umum sebagai rujukan yang biasa digunakan dalam pendidikan:
Education index: Terbit bulanan, memuat lebih dari 300 publikasi pendidikan, data bibliografi terbatas (pengarang, judul, tempat penerbitan). Dari indeks ini peneliti memilih topik yang sesuai dengan penelitiannya. Biasanya terdapat keterangan khusus di mana peneliti dapat mencari rujukan yang lebi spesifik
Resources in Education(RIE): diterbitkan setiap bulan oleh Educational Resources Information Center(ERIC). Volume ini memuat semua tulisan termasuk dokumen peneliti yang lengkap.
Current index to Journals in Education(CIJE): juga diterbitkan bulanan oleh ERIC. Indeks memuat abstrak atau artikel lebih dari 800 publikasi termasuk dari penulis luar negeri tentang masalah pendidikan.
Ada pula publikasi tentang disertai doctor atau tesis master dalam pendidikan, yang berbobot untuk dijadikan sumber rujukan misalnya:
Dissertation Abstract International(DAI): referensi utama untuk disertai yang diterbitkan bulanan DAI memuat abstrak disertai doctor yang berasal dari hampir 500 Universitas di USA dan Canada.

Formulasikan istilah penting

Bila referensi umum telah dipilih, peneliti perlu merumuskan beberapa istilah penting – deskripsi kata untuk membantu menentukan sumber primer. Misalnya untuk menentukan pertanyaan penelitian “Apakah siswa belajar lebih baik bila siswa diajar oleh guru tunggal?” Carilah kata penting dalam pertanyaan ini – kata kunci apa yang terdapat dalam pertanyaan? Kata kunci dalam pertanyaan ini adalah “tim pengajar” carilah kata serupa dan buatlah daftar padanannya misalnya pengajar kooperatif, pengajar bersama dll. Kemudian carilah rujukan artikel yang berkaitan dengan topik ini.

Mencari Referensi Umum

Bagaimana caranya? Meskipun tak ada rumus yang baku, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai penuntun:
Carilah terbitan terbaru yang sesuai. Journal bulanan, journal yang terbit empat bulan, journal tahunan
Carilah apakah ada artikel yang sesuai pada terbitan tersebut.
Buatlah daftar rujukan. Jika menemukan artikel yang cocok, rekamlah dalam bentuk kartu lengkap dengan penulis, tahun terbit, judul, volume dan deskripsi isi.
Lanjutkan mencari terbitan lainnya sehingga anda memperoleh gambaran lengkap dari berbagai artikel sebagai kerangka berpikir anda untuk melakukan penelitian.

Menemukan Sumber Primer

Setelah mencari referensi umum, peneliti hendaknya mempunyai sejumlah kartu bibliografik. Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan masing-masing sumber, membacanya, membuat catatan singkat yang relevan dengan masalah. Ada dua tipe sumber utama: journal dan laporan penelitian.
Membaca sumber utama:
Bila semua artikel journal telah terkumpul, mulailah melakukan review/ kajian; mulai dari artikel yang terbaru, kemudian mundur ke artikel-artikel sebelumnya, karena artikel yang terbaru biasanya merujuk pada artikel sejenis yang terbit sebelumnya, dengan demikian peneliti dapat memahami penelitian sebelumnya.

Bagaimana membaca artikel?
Bila anda bingung dan tidak tahu cara yang tepat untuk membaca sekian banyak artikel, ada beberapa saran:
Pertama bacalah abstrak atau simpulannya, kemudian bila perlu baca keseluruhan artikel.
Rekam data bibliografik pada bagian atas kartu catatan
Catatlah hal-hal penting yang menjadi fokus artikel. Artikel umumnya mempunyai bagian-bagian yang standar.
Catatlah hal-hal yang pentinga secara singkat dan jelas. Termasuk hal-hal penting lainnya yang dapat dirujuk kemudian.
Pada masa kini kita dapat mencari artikel journal atau laporan dengan menggunakan computer. Peneliti juga dapat menghubungi penulis dan berkoresponden melalui e-mail. Teknologi masa kini memungkinkanpeneliti untuk memperoleh sumber primer dan sekunder lebih cepat dan canggih.

Menuliskan laporan kajian pustaka

Setelah membaca dan mencatat dari berbagai sumber yang dikumpulkan, peneliti dapat mempersiapkan kajian final. Kajian pustaka terrdiri dari5 bagian yaitu:
Pendahuluan : menjelaskan secara singkat masalah penelitian dan menyusun pertanyaan penelitian. Peneliti juga menjelaskan alasan memilih masalah tersebut dan pentingnya masalah tersebut untuk dikaji dalam penelitiannya.
Kajian pustaka: menjelaskan laporan tentang apa yang telah ditemukan oleh peneliti lain atau membahas masalah penelitian. Kajian penting yang berkaitan dengan masalah biasanya dibahas sebagai subtopik yang lebih rinci agar lebih mudah dibaca. Bagian yang kurang penting biasanya dibahas secara singkat. Bila ada beberapa hasil penelitian yang mirip dengan masalah penelitian, maka dapat dituliskan: ”Beberapa penelitian juga telah dilaporkan dengan hasil yang hampir sama (Adam, 1976;Brown, 1980; Cartwright, 1981; Davis, 1985; Frost, 1987)”

Mari kita simpulkan:
Langah-langkah apa yang perlu dilakukan dalam kajian pustaka?
Sebutkan tiga tipe sumber kajian yang perlu diketahui oleh tiap peneliti.
Bagaimanakah peran masing-masing sumber kajian tersebut?
Apa yang dimaksud dengan ’kata kunci’?
Bagaimana susunan umum suatu kajian pustaka?


Latihan : KAJIAN PUSTAKA

Pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian saya adalah:
Rujukan umum yang saya perlukan adalah:
Istilah penting atau kata kunci yang digunakan:
Tiga journal yang saya perlukan adalah:
Judul buku yang telah saya pelajari adalah (sertakan contoh kartu catatannya)

SpyWare

Pendahuluan

Spyware adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada salah satu bentuk perangkat lunak mencurigakan (malicious software/malware) yang menginstalasikan dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data milik pengguna.
Definisi

Spyware merupakan turunan dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan “segudang iklan” kepada pengguna. Tetapi, karena adware kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (adware umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).
Kerugian
Pencurian Data

Kebanyakan informasi yang diambil tanpa seizin adalah kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, tapi banyak juga yang mencuri data-data pribadi, seperti halnya alamat e-mail (untuk dikirimi banyak surat e sampah atau dapat dikenal dengan (spam)).
Tambahan Biaya Pemakaian Internet

Yang merugikan dari keberadaan spyware, selain banyaknya iklan yang mengganggu adalah pemborosan bandwidth dan privasi yang telah terampas.
Website Ber-Spyware pada umumnya

Pada umumnya, website yang memberikan spyware adalah website yang memberikan layanan gratis ataupun website yang menjual produk. Contohnya adalah AOL Mail dan Grisoft.
Cara Mencegah Masuknya Spyware dan Adware
Program Pemburu Spyware dan Adware

Beberapa utilitas yang dapat digunakan untuk memburu adware, seperti halnya Ad-Aware dari LavaSoft juga dapat memburu spyware, karena memang spyware merupakan turunan dari adware. Untuk memburu spyware, anda dapat menggunakan AVG Anti-Spyware, ataupun progam anti-spyware lainnya. Sekedar memperingatkan, AVG Anti-Spyware tidak memiliki Free Version, hanya ada Full Version & Trial Version. Bila anda mendownload AVG Anti-Spyware Free Version, sama saja anda mendownload AVG Anti-Spyware Trial Version.
Mematikan Cookies

Cara ini juga dapat dilakukan dengan block all cookies atau menolak semua cookies untuk masuk ke komputer pengguna.
Tambahan About Spyware
Ada yang menyebut di Internet tentang Viewbar AGLOCO yang akan datang adalah spyware. Chief Privacy Officer AGLOCO baru-baru ini mendiskusikan panjang lebar tentang komentar-komentar ini, berikut ringkasan penjelasannya:
Spyware memiliki beberapa karakteristik diantaranya:
1) Diinstal tanpa permisi
2) Dengan sembunyi-sembunyi mengintai Anda
3) Sulit bahkan tidak mungkin untuk mematikan atau menghapus
4) Mengirimkan informasi Anda kepada yang tak dikenal dan tak dipercaya keberadaannya dimana Anda tidak memiliki kontrol sepenuhnya atas yang terjadi.

Viewbar AGLOCO tidak memiliki satupun ciri-ciri di atas. Mengapa?
1) Andalah yang menginstal sendiri Viewbar
2) Anda harus menjalankannya untuk mengikuti kebiasaan surfing Anda dan mendapat komisi tiap jam
3) Anda dapat mematikan dan meng-uninstal menurut keinginan
4) Informasi Anda di-back up oleh kebijakan kerahasiaan (Privacy Policy) yang mungkin terbaik di Internet, yang memberikan Anda informasi spesifik tentang apa yang terjadi pada data Anda dan bagaimana Anda dapat menghapusnya dari sistem jika menginginkan.

Ada banyak pertanyaan kapan Viewbar dirilis.
Viewbar sedang dalam versi Beta yang tertutup untuk umum, AGLOCO ingin meyakinkan sepenuhnya benar-benar berfungsi sebelum merilisnya kepada para Anggotanya. Bagaimanapun juga, Viewbar akan dirilis kepada orang-orang yang telah mendaftar, jadi semakin cepat referal Anda bergabung semakin cepat Anda memperoleh pendapatan ketika Viewbar dirilis. Jadi sebaiknya cepat-cepatlah menyuruh teman-teman Anda mendaftar.

Kajian Pustaka dan Kerangka Teori Syarat Mutlak Dalam sebuah Penelitian

Kajian pustaka dan kerangka teori merupakan kerangka acuhan yang disusun berdasarkan kajian berbagai aspek, baik secara teoritis maupun empiris yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan penelitian tindakan kelas. Dasar-dasar usulan penelitian tindakan kelas tersebut dapat berasal dari temuan dan hasil penelitian terdahulu yang terkait dan mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tindakan kelas. Ary (1983 ) mengatakan bahwa sangat penting bagi peneliti untuk mencari hasil penelitian terdahulu yang cocok dengan bidang yang diteliti sebagai dasar pendukung pilihan.

Dalam pembahasan kajian pustaka dan kerangka teori perlu diungkapkan kerangka acuhan komprehensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Uraian dalam kajian pustaka diharapkan menjadi landasan teoritik mengapa masalah yang dihadapi dalam penelitian tindakan kelas perlu dipecahkan dengan strategi yang dipilih. Kajian teoritik mengenai prosedur yang akan dipakai dalam pengembangan juga dikemukakan.

Kajian pustaka dan kerangka teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. (UM, 2005).

II. Fungsi Kajian Pustaka

Dalam penelitian terlebih penelitian tindakan kelas kajian pustaka dan kerangka teori memiliki beberapa fungsi. Seperti yang dikemukakan Zubaidah, (2007) bahwa fungsi kajian pustakan meliputi; (1) mengetahui sejarah masalah penelitian, (2) membantu memilih prosedur, (3) memahami latar belakang teoritis masalah penelitian, (4) mengetahui manfaat penelitian sebelumnya, (5) menghindari duplikasi, dan (6) memberikan pembenaran pemilihan masalah penelitian.

Amirin (2000) memaparkan bahwa kajian pustaka juga digunakan untuk menyeleksi masalah-masalah yang akan diangkat menjadi topik penelitian serta untuk menjelaskan kedudukan masalah dalam tempatnya yang lebih luas. Konstruksi teoritik yang ada dalam kajian pustaka akan memberikan landasan bagi penelitian. Sehingga sumbangan kajian pustaka pada penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut;

  1. Konstruksi Teoritik sebagai Dasar

Penelitian apa pun tidak akan terlepas dari kerangka teori. Penelitian tidaklah berarti tanpa teori sama sekali. Paling tidak sebagai pegangan atau pedoman untuk memberikan asumsi atau postulat, prinsip, teori, konsep, preposisi dan definisi operasional.

  1. Konstruksi Teoritik sebagai Tolok Ukur

Penelitian tindakan berupaya untuk meningkatkan kinerja pembelajaran atau proses kegiatan pembelajaran sehingga perlu sarana untuk mengontrol baik tidaknya prosedur yang digunakan. Kerangka teori dapat membantu sebagai ukuran patokan (standart atau tolok ukur) yang dimaksud.

  1. Konstruksi Teoritik sebagai Sumber Hipotesa

Hipotesa pada umumnya dimunculkan dari kajian teori. Teori-teori yang diragukan akan dicoba dan diuji kembali sehingga terbentuklah hipotesa. Dasar rasional mengapa harus diuji kembali karena pembuktian secara teoritis harus diimbangi dengan pembuktian secara empiris.

II. Penyusunan Kajian Pustaka

Dalam menyusun kajian pustaka perlu usaha untuk mengumpulkan sumber sebanyak-banyaknya. Sumber tersebut harus relevan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian. Kajian pustaka dapat digunakan dengan dua pola; yaitu deduktif dan induktif. Dengan dedukutif kita mulai dari proposisi yang berlaku umum dan memberlakukannya pada keadaan khusus, serta berlaku sebaliknya untuk induktif.

Langka-langkah yang dilakukan dalam penyusunan kajian pustaka; (1) siapkan butir-butir yang perlu dalam mencatat informasi dari pustaka, (2) siapkan sistematika pengumpulan informasi, dan (3) mencari informasi sebanyak-banyaknya dari bahan kepustakaan maupun internet.

Supaya peneliti lebih mudah dalam penyusunan kajian pustaka perlu diperhatikan hal-hal berikut; (1) gunakan masalah penelitian sebagai fokus, (2) buat rencana urutan pencarian dan penulisan, serta (3) menekankan keterkaitan pustaka dengan masalah penelitian. Zubaidah (2007).

Daftar Pustaka

Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Ary, D. 1982. Metodology Penelitian dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional

UM. 2005. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, dan Laporan Penelitian: Malang UM

Zubaidah, S. 2007. Penelitian Tindakan Kelas: Salah satu bentuk karya tulis untuk pengembangan profesi guru. Makalah dalam TOT Pengembangan Profesi Guru. Malang: Maret 2007